Launching gebyar wisata UMKM

BANGGAMEDIA | SURABAYA – Siapa yang tak kenal istilah UMKM? UMKM atau yang merupakan kepanjangan dari Usaha Kecil, Mikro, dan Menengah. Menurut UU No. 20/2008 tentang UMKM dijelaskan bahwa UMKM merupakan perusahaan kecil yang dimiliki dan dikelola oleh seseorang atau dimiliki oleh sekelompok kecil orang dengan jumlah kekayaan dan pendapatan tertentu. Faktanya Kementerian Koperasi dan UKM Republik Indonesia melaporkan bahwa Usaha Mikro menyerap sekitar 107,2 juta tenaga kerja (89,2%), Usaha Kecil 5,7 juta (4,74%), dan Usaha Menengah 3,73 juta (3,11%); sementara Usaha Besar menyerap sekitar 3,58 juta jiwa. Artinya secara gabungan UMKM menyerap sekitar 97% tenaga kerja nasional, sementara Usaha Besar hanya menyerap sekitar 3% dari total tenaga kerja nasional. Maka tidak heran jika pemerintah menyebut UMKM sebagai salah satu sektor yang berperan besar dalam sistem perekonomian di Indonesia.

Untuk semakin memaksimalkan peran UMKM tentu tidak cukup hanya pemerintah yang bergerak. Pihak swasta juga harus turut mendukung pemaksimalan peran UMKM dengan berbagai event menarik terkait UMKM. Salah satunya yaitu Gebyar Wisata UMKM. Acara ini diadakan oleh Insan Pariwisata Indonesia (IPI) Jawa Timur  bersama Asosiasi Kemakmuran Saudagar Indonesia (AKSINDO) pada 7 -9 April 2020 di Garden Palace Hotel Surabaya. Launching telah dilakukan sebagai langkah awal dan bentuk keseriusan akan kegiatan ini (07/03/2020).

Acara ini diadakan dengan landasan adanya masalah mengenai kualitas produksi dari pelaku UMKM yang kebanyakan tidak menjawab demand dari market. Ir. Dadang Hidayat selaku ketua umum AKSINDO menyampaikan, “Mengapa selama ini produk susah laku karena banyak produksi tidak dibuat sesuai dengan keinginan pasar atau market. Pasar memiliki kriteria memiliki spec. Produsen tidak mampu mengakses informasi secara matang. Maka dari itu diadakan lah acara ini Sehingga nantinya pelaku UMKM dapat melakukan produksi sejalan dengan keinginan market dan standart spesifikasinya. Dan hal itu merupakan tujuan dari diadakannya acara ini. Sehingga tidak akan ada rasa minder dari pelaku UMKM karena produk yang sudah dijual adalah produk-produk yang berkualitas sesuai dengan grade yang ditetapkan oleh market”.

Asosiasi Kemakmuran Saudagar Indonesia merupakan wadah dan organisasi bagi para pebisnis, saudagar, atau dengan kata lain pelaku UMKM untuk dapat mengembangkan diri, memperluas koneksi dan mencapai tujuan bersama yaitu Kemakmuran dari setiap anggota di dalamnya.

Ir. Dadang Hidayat selaku ketua umum AKSINDO

“Tujuan kita mengadakan ini adalah agar para saudagar ini bisa naik kelas dalam arti kata bisa lebih makmur sesuai dengan singkatan dari nama asosiasi kita. Yang sudah Makmur bisa kemudian lebih berkembang bertambah menjadi jauh lebih kuat jauh lebih sejahtera dan bisa membawa dampak positif bagi orang lain disekitarnya. Karena salah satu tujuan dari AKSINDO adalah membantu membesarkan para saudagar teman-teman pelaku bisnis pelaku usaha. Karena kami berkeyakinan bahwa dengan kita turut membesarkan teman-teman maka kita akan dapat terus besar bersama-sama”, tambah Ir. Dadang Hidayat.

Panitia menargetkan kurang lebih 150 UMKM dari seluruh Indonesia, seperti, Jawa Timur, Jawa Tengah, Yogyakarta dan masih banyak lainnya, bahkan Malaysia akan bergabung acara ini. Beberapa brand besar juga akan turut ambil bagian, seperti Krisna dari Bali, Dagadu dari Yogyakarta, serta biro pariwisata dan travel Ageng. Mereka akan membuka gerainya pada event ini.

Anggota IPI bersama anggota AKSINDO

Wiwik Sri Wulandari selaku Ketua Pelaksana menjelaskan, “Event ini tidak sekadar pameran produk UMKM melainkan mempertemukan antara pelaku usaha UMKM dan biro pariwisata. Sekaligus mendekatkan antara pembeli dan penjual. Biro pariwisata ini kan juga punya kaitan erat membantu mempromosikan produk daerah khususnya UMKM”.

AKSINDO dan IPI Jatim tentu berharap acara ini dapat benar-benar menjadi sebuah acara yang Gebyar sesuai namanya. Sehingga manfaatnya bisa dirasakan oleh anggota dirasakan oleh teman-teman yang turut bergabung dalam kegiatan ini.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here